Sekilas tentang PISA

PISA adalah suatu penilaian secara international terhadap ketrampilan dan kemampuan siswa usia 15 tahun (Shiel et al, 2007). Selain itu PISA merupakan studi literasi yang bertujuan untuk meneliti secara berkala tentang kemampuan siswa usia 15 tahun (kelas IX SMP dan Kelas X SMA) dalam membaca (reading literacy), matematika (mathematics literacy), dan sains (science literacy) (Yusuf, 2007). Penelitian yang dilakukan PISA meliputi empat periode, yaitu tahun 2000, 2003, 2006, 2009, dan 2012. Pada tahun 2000, penelitian PISA difokuskan pada kemampuan membaca, sementara dua aspek lainnya menjadi pendamping. Pada tahun 2003 aspek matematika menjadi fokus utama kemudian diteruskan aspek sains pada tahun 2006 dan pada tahun 2009 aspek membaca kembali menjadi fokus utama. Studi PISA dilaksanakan oleh OECD (Organisation for Economic Co-operation & Development) dan Unesco Institute for Statistics untuk mengukur kemampuan siswa pada akhir usia wajib belajar untuk mengetahui kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan masyarakat pengetahuan (knowledge society) dewasa ini. Penilaian yang dilakukan dalam PISA berorientasi ke masa depan, yaitu menguji kemampuan anak muda itu untuk menggunakan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam menghadapi tantangan kehidupan nyata, dan tidak semata-mata mengukur kemampuan yang dicantumkan dalam kurikulum sekolah. Orientasi PISA mencerminkan perubahan dalam tujuan dan sasaran kurikulum, yang lebih memperhatikan apa yang dapat dilakukan siswa dari apa yang mereka pelajari di sekolah dan tidak hanya memperhatikan apakah mereka telah menguasai materi tertentu. Oleh karena itu diharapkan siswa dapat memiliki kemampuan literasi matematika (mathematical literacy). Dalam OECD (2009a) dijelaskan definisi dari literasi matematika (mathematical literacy), yaitu: Mathematical literacy is an individual’s capacity to identify and understand the role that mathematics plays in the world, to make well-founded judgments and to use and engage with mathematics in ways that meet the needs of that individual’s life as a constructive, concerned and reflective citizen. Dari definisi ini, kita dapat mengatakan bahwa dalam PISA siswa diminta untuk merefleksi dan mengevaluasi materi, bukan hanya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang memiliki jawaban yang benar tunggal. Seseorang dikatakan memiliki tingkat literasi matematika apabila ia mampu menganalisis, bernalar, dan mengomunikasikan pengetahuan dan keterampilan matematikanya secara efektif, serta mampu memecahkan dan menginterpretasikan penyelesaian masalah matematika dalam berbagai situasi yang berkaitan dengan bilangan (Quantity), ruang dan bentuk (Space and Shape), perubahan dan hubungan (Change and Relationship), probabilitas/ketidakpastian (Uncertainty).

0 comments:

Post a Comment